The Master Sejati versi blog Wikumagic
1. Joe Sandy, Pemenang The Master Season 1 (877 suara, 67 %)

Spesialisasi Magic : Mentalism dan Mathemagics
Joe Sandy boleh dibilang menang mutlak dalam pemilihan pemenang "The Master Sejati" versi blog Wikumagic. Ia berhasil mendapatkan lebih dari 60 % suara mengungguli ketiga kandidat lainnya. Hal ini juga membuktikan bahwa Mentalism masih menjadi aliran magic favorit masyarakat Indonesia.
2. Rizuki, Pemenang The Master Season 3 (214 suara, 16%)

Spesialisasi Magic : Classic Magic
Permainan kecepatan tangan Rizuki ternyata masih mendapat tempat di kalangan pecinta magic Indonesia. Walaupun kalah jauh dari Joe Sandy, Rizuki berhasil unggul tipis dari Limbad.
3. Limbad, Pemenang The Master Season 2 (158 suara, 12%)

Spesialisasi : Extreme (Fakir Magic)
Popularitas Limbad yang cukup tinggi ternyata mampu membuatnya bertengger di posisi ketiga polling blog Wikumagic. Yang cukup mengejutkan, ternyata Limbad tertinggal cukup jauh dari Joe Sandy dan masih kalah suara dari Rizuki. Mungkin Limbad harus meningkatkan lagi kesan simpatik dalam permainannya untuk meraih lebih banyak popularitas di kalangan pecinta magic.
4. Cosmo, Pemenang The Master Season 4 (45 suara, 3%)

Spesialisasi : Extreme Fakir Magic
Kemenangan Cosmo yang cukup kontroversial dari Ivan Coin ternyata memang masih layak dipertanyakan. Hal itu diperkuat dengan perolehan suara Cosmo yang sangat rendah di polling ini, jauh di bawah 5%. Tampaknya, Cosmo harus berjuang cukup keras untuk meningkatkan popularitasnya, terutama jika ingin mengalahkan pemenang The Master dari season-season sebelumnya.
Total suara masuk (dari pembaca blog Wikumagic) : 1294 suara
Kesimpulan
Dari polling Wikumagic, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Superioritas Joe Sandy
Kualitas Joe Sandy sebagai pemenang The Master tidak perlu dipertanyakan lagi. Jika diadakan pertandingan antara keempat pemenang The Master (yang mungkin akan diselenggarakan RCTI), kemungkinan besar Joe Sandy akan meraih kemenangan.
2. Penurunan Popularitas Acara the Master dari Season ke Season
Popularitas pemenang The Master makin menurun dari season ke season. Hal ini terbukti dari menurunnya persentase popularitas dalam polling. Joe Sandy meraih suara yang sangat tinggi, sangat jauh dari kandidat lainnya. Ada 3 kemungkinan yang menyebabkan terjadinya hal ini. Kemungkinan pertama, Joe Sandy memang sangat disukai dan memiliki kualitas yang sangat baik dalam melakukan magic. Kemungkinan kedua, terjadi penurunan kualitas dalam The Master season 2 sampai season 4. Kemungkinan ketiga adalah gabungan antara kemungkinan pertama dan kemungkinan kedua.
3. Extreme (Fakir) Magic kurang diminati oleh masyarakat Indonesia
Fakir dan Exreme Magic kurang disukai oleh pecinta magic Indonesia. Terbukti, dua magician dengan alian Extreme Fakir Magic berada di dua posisi terbawah polling
Ucapan selamat patut kita berikan pada Joe Sandy yang berhasil menduduki posisi teratas dalam polling kali ini. Walaupun demikian, kita juga tidak boleh melupakan peranan ketiga Master lainnya yang telah memajukan dunia magic Indonesia.
Artikel ini ditulis oleh Wiku Pulangasih The Online Magician, 2 Oktober 2009 jam 6:06 PM waktu Hyderabad.
Jika anda menyukai trik ini, mohon kunjungi link sponsor di bawah untuk mendukung kelangsungan blog Wikumagic
1. Joe Sandy

Joe Sandy dikenal karena spesialisasinya di aliran Mathemagics dan Mentalism. Joe mampu menggabungkan kemampuan matematis tingkat tinggi, keahlian untuk memecahkan puzzle, dan prediksi khas mentalis. Ia mendapatkan gelar The Master setelah mengalahkan Abu Marlo di final. Gelar "The Master Sejati" pun ia raih setelah mengalahkan Limbad di Grand Final.
Best performance : Magic Square, Astral Projection, Jantung Kundalini, Kolaborasi dengan Deddy Corbuzier
Kontroversi : Sempat melakukan kesalahan dalam show Magic Square dan baru terungkap satu minggu setelah show.
2. Limbad

Magician ini dikenal karena penampilan seram dan burung hantunya. Selain itu, Limbad juga tidak pernah berbicara selama show-nya. Karakter magic Limbad adalah Extreme Magic yang kental dengan unsur senjata tajam, eksploitasi fisik, dan ketahanan tubuh. Limbad mendapatkan gelar The Master untuk season 2 setelah mengalahkan Denny Darko di final.
Best Performance : Dilindas Stoom, 20 Jam berdiam diri di puncak menara, kolaborasi dengan Deddy Corbuzier
Kontroversi : Permainan Limbad sempat dianggap terlalu ekstrim dan berbahaya untuk ditonton. Pernah juga muncul tanggapan bahwa ada unsur ilmu hitam di dalamnya. Beberapa permainan Limbad juga ada yang mirip dengan show Criss Angel, seorang magician internasional.
3. Rizuki

Rizuki adalah magician wanita pertama yang berhasil meraih gelar Master. Ia juga meraih gelar tersebut di usia yang sangat muda. Dalam show-nya, Rizuki selalu mengedepankan permainan stage magic yang menonjolkan unsur classic magic. "Kecepatan" adalah faktor utama dalam setiap performance-nya. Rizuki mampu menjadi The Master setelah mengalahkan Bayu Gendeng di Final The Master Season 3. Rizuki bahkan berhasil mengalahkan Cosmo di Grand Final The Master untuk meraih titel "The Real Master"
Best Performance : Levitation, Quick Change Dress, Classic Magic
Kontroversi : Entah mengapa Rizuki merupakan salah satu peserta The Master yang memiliki grup "haters" (anti Rizuki) terbanyak di dunia maya. Banyak yang menilai permainan Rizuki belum cukup untuk dianugerahi gelar Master.
4. Cosmo

Cosmo adalah "Flamboyant Extreme Magician" yang keluar sebagai pemenang di season 4. Karakter magicnya sepintas mirip dengan Limbad dan Bayu Gendeng, namun Cosmo membawa sebuah karakter tersendiri, yaitu "Feminin Flamboyan Magician". Cukup unik, dan karakter tersebut mampu membuatnya mengalahkan Ivan Coin di Final Season 4.
Best Performance : Kolaborasi dengan Deddy Corbuzier, Extreme Magic
Kontroversi : Banyak yang menilai Ivan Coin jauh lebih pantas mendapatkan gelar The Master pada final season 4.
Well, itulah para Master Indonesia. Siapakah The Master sejati versi pembaca blog Wikumagic? Ikuti pollingnya di blog ini di bagian kanan blog Wikumagic.
Artikel ini ditulis oleh Wiku Pulangasih the Online Magician, 4 Oktober 2009.
Menyelesaikan Masalah Dengan Mentalism
This is the story......
Pada tahun 2004 lalu, tepatnya tanggal 27 November, salah satu magician terbesar di Indonesia menghadapi suatu masalah yang cukup berat. Deddy Corbuzier dituntut dan disidang oleh sekelompok magician di forum magic internasional, "Magic Cafe". Masalah yang diangkat juga cukup krusial, yaitu menyangkut kemiripan penampilan antara Deddy Corbuzier dan Max Maven. Dialog lengkapnya dapat anda lihat di alamat http://www.themagiccafe.com/forums/viewtopic.php?topic=93360&forum=15&start=0, Deddy Corbuzier menggunakan username "mindgames" (hingga tulisan ini dibuat).Terlepas dari benar atau salah tindakan yang telah dilakukan oleh sang Master Mentalis, kali ini kita akan mempelajari metode yang ia lakukan untuk menyelesaikan masalahnya.

Singkat cerita, Deddy Corbuzier menerima banyak serangan dan kritikan, bahkan hinaan pedas dari anggota Magic Cafe. Kritikan tersebut disampaikan dalam berbagai macam cara; ada yang cukup sopan, ada yang dalam bentuk sindiran, bahkan ada yang berupa hinaan. Bagaimana sang master menyelesaikan masalahnya?
1. Control yourself...
Apa respon Deddy Corbuzier menanggapi kritikan tersebut? Yang pertama ia lakukan adalah menjawab masalah yang ia hadapi selogis mungkin. Alih-alih balik marah dan mengeluarkan hinaan, ejekan, dan makian kasar, DC menghadapi semua itu dengan kepala dingin. Ia mengawali responnya dengan kata "Dear All friend" dan mengakhirinya dengan kata "Thanks....". Argumen-argumen yang ia keluarkan sangat logis dan santun, sangat jauh dari kesan berapi-api atau emosional.
2. Use your brain

Jika anda sudah bisa menguasai diri anda, maka anda bisa mengoptimalkan otak dan akal sehat anda untuk menyelesaikan masalah. Deddy Corbuzier menjawab kritikan para penyerangnya dengan argumen yang sangat logis :
" I realize that some magician or mentalist got trouble with my look. (not all
since I have been working with many of BEST international magician that got no
problem with the look. see my website for info for TV show with them)
it is funny I think, since we knew that many dancer look like Michael jackson to
details but it didn't disturb Michael himself. but it disturb many magician with
my looks. "
Di saat berbagai tekanan menghimpit, seorang mentalis mungkin akan menutup mata, telinga, hidung, dan indra perasanya; namun, ia tak akan pernah membiarkan otaknya berhenti bekerja. Itulah yang mengakibatkan seorang Master Mentalis tetap bisa melakukan berbagai aktivitas magic (contoh : mengendarai kendaraan, menyelamatkan korban, berlomba dengan waktu, dan sebagainya) walaupun matanya ditutup oleh blindfold.
3. Being a gentleman
Ketika anda menyadari bahwa anda telah melakukan suatu kesalahan ataupun membuat orang lain terluka, jangan pernah ragu untuk meminta maaf. Hal yang sama dilakukan oleh Master DC di forum Magic Cafe, di mana ia tidak hanya meminta maaf, namun juga berlapang dada untuk menerima segala macam kritikan dan celaan yang ditujukan kepadanya.
"I'm so sorry if my looks is really is that close to him, and I'm so sorry if it
disturb Max or some mentalist in the world.
And I take it easy if some of you really want to make jokes with my image or even saying bad thing about me.
Trust me, ill take it easy. And I will not make it big deal at all. (it probably
my fault so I will take it)
Thanks for sharing, I take it easy and I will try my best to think of it."
Ketika anda meminta maaf, sebenarnya anda telah satu langkah lebih dekat untuk menyelesaikan masalah. Masalah anda akan terasa jauh lebih ringan, beban berat terangkat, dan segala kekusutan akan terurai. Jangan pernah ragu untuk meminta ataupun memberi maaf.
4. Konsisten
Saat anda sedang mengejar mimpi anda dan tiba-tiba menemui sebuah rintangan, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan berbalik mundur dan bersembunyi di liang anda? Setidaknya, seorang Deddy Corbuzier tidak akan melakukan hal itu.
"I do have a good carrer now, really good if I may say so, I have my own
Production House, Etc
as for Int Magician That work with for me, yes some of
them ask me if I will change the image one day or not, some of them tell its ok
and go with it just like in the forum now..."(Posted: Nov 29, 2004 12:3)
Jika saat itu Deddy merasa terluka dan mengundurkan diri dari dunia entertainment, akan banyak hal yang hilang. Tak akan acara The Master, tak akan ada Master Mentalis, dan dunia magic Indonesia tidak akan mengalami perkembangan seperti saat ini. Jadi, jika anda memiliki sebuah mimpi, jangan pernah berhenti untuk menggapai mimpi itu. Tetap konsisten untuk memperjuangkan mimpi anda, dan jangan pernah gentar untuk menghadapi rintangan seberat apapun.
Tujuan saya selaku author blog Wikumagic menulis artikel ini adalah untuk menunjukkan bahwa mentalism bukan hanya sebuah hiburan, namun juga suatu metode yang dapat digunakan untuk menghadapi kehidupan. Master Deddy Corbuzier telah memberikan contoh yang sangat baik, dan kita bisa belajar banyak darinya. Jadi, jika anda merasa diri anda adalah seorang mentalis sejati, selesaikan setiap permasalahan yang anda hadapi dengan jalan pikiran seorang mentalis. Solve every single problem in a cool way, in the way of magic!
Ditulis oleh Wiku Pulangasih the Online Magician
Hyderabad, 6 September 2009, 1:12 AM
The Master dan Magician Internasional



1. Rizuki

Rizuki adalah seorang magician wanita berusia 18 tahun yang telah mempelajari seni magic sejak berusia 8 tahun. Saat ini, ia dikenal sebagai magician yang ahli memainkan seni kecepatan tangan dan classic magic. Tak hanya itu, Rizuki mampu memainkan trik "Water Chamber" versi Harry Houdini dengan sangat luar biasa.
2. Bayu Gendeng

Sangat sedikit magician yang bisa membuat penonton tertawa karena aksinya di atas panggung. Bayu Gendeng adalah satu dari sedikit magician yang mampu melakukan hal tersebut. Ia mampu mengkombinasikan antara ilusi, extreme magic, mentalism, dan humor. Tagline-nya sangat unik : Welcome to Dunia Gendeng!
Dan berikut adalah analisa kemampuan Bayu Gendeng dan Rizuki
1. Karakter
Bayu Gendeng adalah sosok karakter yang sangat utuh, ditinjau dari kesatuan kostum, tata rias, dan tata musik. Karakternya yang sangat jenaka di atas panggung secara konsisten berhasil ia pertahankan dari awal hingga babak final. Banyak penonton yang sangat menyukai karakter Bayu Gendeng yang sangat unik ini.
Sementara itu, Rizuki juga memiliki kelebihan dalam hal karakter, terutama dalam hal gender. Sosoknya sebagai seorang wanita tentu mengundang banyak simpati dari berbagai kalangan, dan jelas, Rizuki lebih cantik daripada Bayu Gendeng. Namun, faktor gender inilah yang juga merugikan Rizuki karena ia sering dianggap hanya mengandalkan kecantikannya, bukan kemampuan sulap yang memukau. Selain itu usia Rizuki yang masih sangat muda akan sulit membuatnya disejajarkan dengan para Master (Joe Sandy, Deddy Corbuzier, dan Romy Rafael) yang jauh lebih senior, baik dalam segi usia maupun pengalaman.
2. Kemampuan Berkomunikasi
Bayu Gendeng mampu berkomunikasi dengan sangat baik. Suaranya keras, jelas, tegas, dan tidak terputus-putus. Selain itu, humor yang dibawakannya juga sangat lugas dan mampu membuat pemirsa masuk ke dalam "Dunia Gendeng". Hal ini sedikit lain dengan Rizuki, yang berkomunikasi dengan penonton melalui show-nya di atas panggung. Saya menilai, komunikasi non-verbal Rizuki jauh lebih baik dibandingkan komunikasi verbal-nya, dan jauh lebih efektif ia gunakan untuk mengimbangi kemampuan berkomunikasi Bayu Gendeng.
3. Tension
Maksudnya adalah seberapa jauh emosi penonton ikut terlibat dalam pertunjukan sulap. Meliputi klimaks permainan dan efek yang ditimbulkannya. Karena Rizuki banyak bermain dengan kecepatan tangan dan Classic Magic, ia pasti lebih mudah membuat penonton fokus, dari awal hingga akhir show-nya. Namun tingkat ketegangan dan keterlibatan emosi penonton dalam Classic Magic memang tidak terlalu tinggi. Rizuki harus mampu menampilkan suatu show dengan tensi tinggi di babak final, seperti ketika ia memainkan "Water Chamber", jika ingin mengungguli Bayu Gendeng.
Bagi Bayu Gendeng, hal ini tampaknya tidak menjadi masalah. Humor yang ia suguhkan mampu melebur dengan ketegangan dan sensasi pertunjukan di atas panggung. Penonton dibuat tertawa tebahak-bahak, tegang, tertawa lagi, ketakutan, dan masih banyak emosi dan sensasi yang muncul ketika menyaksikan show Bayu Gendeng.
4. Makna Pertunjukan
Sejauh ini, baik Bayu Gendeng dan Rizuki belum mampu menghasilkan suatu show yang bermakna sangat dalam seperti Joe Sandy atau Denny Darko. Makna pertunjukan Bayu Gendeng tenggelam di balik kejenakaan yang kadang terlalu dominan, sedangkan beberapa aksi non-bicara Rizuki di atas panggung bahkan masih kurang "berisi" dibandingkan dengan aksi-aksi bisu Limbad beberapa waktu yang lalu.
5. Attitude
Meliputi tingkah laku, kepribadian, dan sopan santun di atas panggung. Sangat erat kaitannya dengan kemampuan untuk merebut simpati dari para pemirsa. Kedua kandidat memiliki kelebihan dalam hal ini. Rizuki dengan ketangkasan, senyuman, dan kecantikannya; serta Bayu Gendeng dengan humor dan karakternya. Namun sedikit catatan perlu diperhatikan, banyak pecinta The Master yang kurang suka dengan aksi Rizuki saat ia seolah-olah 'menantang" Romedhal Aquino beberapa waktu yang lalu, serta saat secara terbuka Rizuki mencoba mengungguli Angelina Zhi, kandidat wanita the Master season 1 dalam duel 3 besar beberapa waktu lalu.
6. Keutuhan Performance
Kedua kandidat memiliki keunggulan di bidang ini. Namun Bayu Gendeng masih sedikit lebih unggul karena mampu membuat kita seolah-olah menyaksikan suatu pertunjukan sulap, lawak, dan thriller dalam satu panggung. Rizuki harus mampu menampilkan lebih dari sekadar "Eye Candy" jika ingin mengalahkan Bayu Gendeng.
7. The Magic
Keduanya memiliki aliran magic yang sangat berbeda, sangat sulit untuk diperbandingkan , dan sangat bergantung pada seleras penonton serta pengirim SMS. Namun banyak pihak yang menilai The Master Season 3 mengalami penurunan dalam hal kualitas magic yang ditampilkan, dibandingkan season-season sebelumnya. Semoga saja Bayu Gendeng dan Rizuki mampu membalikkan opini ini dan meningkatkan kualitas dunia magic Indonesia.
Jadi, siapakah yang akan menjadi The Next Master? Itu semua tergantung anda selaku penikmat dunia magic. Kirimkan SMS anda untuk mendukung Finalis The Master Season 3. Anda juga bisa mengikuti polling di Wikumagic untuk mengetahui gambaran pemenang The Master Season 3 versi pecinta magic Indonesia.
1. Khrisnaji
Dijuluki sebagai "Avatar Magician" karena memiliki kekuatan untuk mengendalikan 5 elemen. Dalam show-nya, seorang sukarelawan bertubuh besar menghancurkan sebuah genteng dengan palu besi di atas kepala Khrisnaji. Sepintas mirip show Limbad.
2. Rizuki
Memiliki gelar sebagai "The Princess of Magic", memiliki spesialisasi dalam kecepatan tangan. Dalam show-nya, Rizuki berkolaborasi dengan Romedal untuk memainkan trik kecepatan tangan yang cukup memukau.
3. Ricardo
Berpenampilan dengan gaya seorang tentara, Ricardo menyandang gelar sebagai "The Soldier of Mentalism". Ia berusaha menggabungkan kekuatan pikiran ala mentalism dengan kekuatan fisik tentara. Dalam penampilannya, Ricardo menembak sasaran huruf "SOLDIER OF MENTALISM" dengan mata tertutup blindfold, dan dari huruf-huruf yang tidak ditembak, dapat disusun kata "MASTER 3"
4. Duo Dibor
Duo magician dengan gaya dan penampilan yang cukup unik. Cenderung gila dan jenaka. Trik yang mereka mainkan adalah semacam kecepatan tangan dan beberapa classic magic.
5. Fabian
Seorang mentalis yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran melalui berbagai media yang dipakai oleh sang sukarelawan. Ia mampu menebak berbagai aktivitas yang dilakukan oleh seseorang pada masa lalu hanya dengan melihat cincin yang dipakainya, lipatan-lipatan baju, serta mengetahui nomor KTP tanpa melihatnya.
6. Bayu Gendeng
Seorang "Psycho Magician" yang juga agak gila dan jenaka dalam aksinya. Di show pembukanya, Bayu mampu membawa penonton memasuki alam ilusi, dengan menggergaji tangan seorang sukarelawan tanpa meninggalkan segores luka pun.
Prospek untuk menjadi The Master
Walaupun penampilan mereka dalam Pembukaan The Master 3 masih disebut sebagai "pemanasan", namun Wikumagic akan mencoba menilai prospek keenam kandidat dalam menjadi the Master Season 3. Memang sedikit terlalu awal, namun melihat karakter, kemampuan berbicara, dan magic show-nya, sedikit banyak telah diketahui plus-minus mereka. Penilaian diberikan dengan skala A (nilai tertinggi) hingga E (nilai terendah). Berikut adalah prediksi pemenang The Master Season 3 versi Wikumagic, dari prospek tertinggi ke prospek terendah :
1. Rizuki
Prospek : A-
Alasan menempatkan Rizuki sebagai kandidat terkuat pemenang the Master antara lain :
- Belum ada Master Wanita
- Gaya permainannya yang mengandalkan kecepatan tangan sangat berbeda dengan ketiga Master yang sudah ada (Deddy Corbuzier, Romi Rafael, dan Joe Sandy)
- Wajah dan penampilannya enak dipandang. kriteria yang mutlak diperlukan untuk eksis di dunia entertainment. Rizuki juga memiliki karakter yang sangat kuat.
2. Khrisnaji
Prospek : B++
Selain memiliki kemampuan untuk melakukan magic yang ekstrim, Krisnaji juga dibekali dengan kemampuan berbahasa yang baik. Suaranya sangat khas, presisi dan pemilihan katanya juga cukup baik. Intinya, Krisnaji adalah "Limbad dengan kemampuan public speaking".
3. Bayu Gendeng
Prospek : B+
Penampilan Bayu Gendeng di show pembuka boleh dibilang sebagai performance yang paling utuh. Ditinjau dari tata musik, tata panggung, kostum, dan koreografi, semuanya memiliki satu kesatuan yang sangat kuat. Hal itu diperkuat dengan kemampuan Bayu Gendeng untuk berinteraksi dan memancing tawa para penonton dengan sangat baik. Satu hal yang mungkin bisa menghambat Bayu menjadi seorang The Master : penampilannya terlalu jenaka. Selama ini, image "Master" selalu erat dengan karakter yang cool, berwibawa, misterius, dan tidak terlalu banyak senyum.
4. Ricardo
Prospek : B
Ditinjau dari segi karakter, Ricardo sudah memiliki keunggulan tersendiri. Masalahnya, jenis magic yang dipilihnya sudah sangat dekat dengan magic yang sering ditampilkan oleh Deddy Corbuzier. Akan sangat berat bagi Ricardo untuk menjadi the Master, karena ia harus menampilkan show yang lebih bagus dari Deddy Corbuzier. Namun apabila ia berhasil melewati tantangan ini, bukan tidak mungkin gelar the Master jatuh ke pelukannya.
5. Fabian
Prospek : B-
Dari permainan yang ditampilkan oleh enam kontestan the Master Season 3 pada duel pembukaan, terus terang saya paling menyukai permainan Fabian. Sayangnya, Fabian kurang memiliki karakter yang kuat jika dibandingkan dengan kelima kontestan lainnya. Kemampuan berbahasanya di atas panggung-pun biasa-biasa saja, padahal seorang mentalist harus mampu berkata-kata dengan lancar dan lihai. Jika Fabian berhasil mengatasi masalah "karakter" dan "kemampuan berbahasa", ia memiliki potensi untuk menjadi The Next Joe Sandy.
6. Duo Dibor
Prospek : C
Duo Dibor memiliki kelebihan dalam hal interaksi dengan audiens. Gaya mereka yang unik memiliki nilai plus tersendiri. Sayangnya ada beberapa faktor yang membuat Duo Dibor sangat sulit menjadi "The Master" :
- Rasanya tidak mungkin satu gelar "The Master" dianugerahkan pada dua orang sekaligus. Sangat tidak praktis untuk berbagai tujuan, terutama dalam dunia bisnis entertainment.
- Penampilan mereka terlalu jenaka
- Belum menunjukkan karakter magic yang jelas. Kualitas permainan pada show pembuka pun masih belum optimal.
Well, itulah prediksi pemenang the Master season 3 versi blog Wikumagic. Anda boleh saja tidak setuju dengan prediksi ini, toh kita hidup di negara yang menganut asas Demokrasi. Bagaimana pendapat anda tentang The Master season 3? Berikan komentar anda melalui "Comment Box" di bawah artikel ini. [Ditulis oleh Wiku Pulangasih, seorang pelukis dan Online Magician; 29 Mei 2009]
Lukisan Raksasa The Master
PPBY : Sebenarnya apa yang melatarbelakangi pembuatan lukisan Deddy Corbuzier, Romi Rafael, dan Joe Sandy ini?
WP : Sebagai seorang seniman dan magician, saya merasa Deddy Corbuzier, Romi Rafael, dan Joe Sandy telah berhasil mengangkat derajat suatu magic show di kalangan masyarakat Indonesia. Animo dan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap dunia magic meningkat sangat drastis sejak adanya acara "The Master" di RCTI, dan itu tentunya tak lepas dari kerja keras seorang Deddy Corbuzier, Romi Rafael, dan Joe Sandy. Saya ingin memberi aplaus semeriah-meriahnya dan apresasi setinggi-tingginya pada mereka bertiga, dan hal itu saya lakukan dengan cara mengabadikan mereka ke dalam sebuah lukisan berukuran 2 meter x 3 meter.
PPBY : Ada yang istimewa dari lukisan ini?
WP : Saya melukiskan sosok Deddy, Romi, dan Joe tidak secara harfiah ataupun benar-benar mirip dengan sosok aslinya. Saya mencoba menggunakan "simbolisme" yang merepresentasikan sosok tiga master Indonesia tersebut bila sudah berada di atas panggung. Deformasi karakter Deddy, Romi, dan Joe sudah saya buat, dan silakan masyarakat menerjemahkan dan mengartikan sendiri simbolisme yang saya buat dalam lukisan tersebut.
PPBY : Selain dikenal sebagai seorang pelukis, anda juga dikenal sebagai "online magician". Adakah unsur "magic" dalam lukisan yang anda buat ini?
WP : Tentu saja. Kali ini saya akan mencoba membuat lukisan ini menjadi semacam "puzzle" yang memiliki arti-arti tersendiri apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda-beda. Intinya, akan banyak pesan tersembunyi di lukisan ini yang hanya dapat ditangkap oleh orang-orang dengan kekuatan pikiran yang luar biasa. Terus terang, saya terinspirasi oleh Leonardo Da Vinci yang telah membuat begitu banyak pesan tersembunyi dalam lukisannya yang berjudul "The Last Supper" (dijelaskan dalam buku "Da Vinci Code"-Red).
PPBY : Ada kesulitan atau tantangan yang anda dapat dalam mengerjakan lukisan ini?
WP : Mengerjakan lukisan sebesar ini tentunya memerlukan energi dan konsentrasi yang tidak sedikit. Ditambah lagi saya harus memikirkan bagaimana cara menyisipkan "pesan-pesan tersembunyi" tanpa merusak nilai estetika lukisan tersebut. Selain itu, saya harus menyelesaikan lukisan ini sebelum akhir Mei, karena saya sudah harus berada di India pada bulan Juni 2009 untuk belajar Computer Science, Fine Arts, dan Magic. Semua itu saya lakukan karena saya ingin menggabungkan ketiga aspek yang berbeda ke dalam suatu wadah, dan nantinya pasti akan sangat menarik untuk ditampilkan.
PPBY : Baiklah, semoga sukses dengan lukisannya!
WP : Terimakasih!
Lukisan "The Master" karya Wiku Pulangasih yang masih dalam proses pengerjaan ini dapat anda lihat di studio Wiku, "GALERI RUANG TAMU", Jalan Lowanu Gang Dahlia UH VI no. 686D Sorosutan, Yogyakarta, HP +62818268561. Seperti apakah lukisan ini nantinya? Kita tunggu saja! (Artikel ditulis oleh PUSAT PONDOK BUDAYA YOGYAKARTA, wadah budaya seniman Jogja, 17 Mei 2009)

Final The Master : Joe Sandy versus Limbad, Who is the Real Master?
1. Limbad dan Deddy Corbuzier
Limbad dan Deddy berkolaborasi untuk menyelamatkan seorang wanita dari sebuah "bom". Limbad harus mematahkan rantai titanium yang melilit tubuhnya, sedangkan Deddy dengan mata tertutup harus mencari kunci untuk membebaskan borgol Limbad. Keduanya berlari keluar. Limbad mendorong sebuah pick-up dengan kepalanya, dan dengan bantuan Deddy ia mengambil kunci di kotak yang penuh pecahan kaca. Pintu sel sang wanita berhasil dibuka, dan dengan mata tertutup Deddy mengendarai sepeda motor untuk menyelamatkan sang wanita dari bom.
Komentar : Sangat luar biasa. Ketegangan yang dibangun oleh Deddy dan Limbad benar-benar hebat. Aksi teatrikal yang berpadu dengan konsep matang membuat kita seolah-olah menyaksikan film action. Sayangnya ada beberapa elemen yang membuat show ini sedikit "konyol", di antaranya adalah ledakan bom yang ternyata hanya sebuah petasan kecil. Belum lagi motor yang dikendarai Deddy hanya menempuh jarak yang sangat pendek, kurang lebih 200 meter dari lokasi ledakan. Overall, suatu show yang luar biasa!
2. Joe Sandy dan Romi Rafael
Romi Rafael menanamkan sebuah angka melalui hipnotis ke dalam pikiran seorang sukarelawan. Angka tersebut dikali, dijumlah, dan dibagi dengan angka yang mencapai 6 digit. Dari jumlah hitungan yang didapat, Joe Sandy berhasil menebak angka dasar yang ditanamkan ke pikiran. Lebih hebat lagi, Joe ternyata telah memprediksi angka tersebut dan memasukkannya ke dalam koran Seputar Indonesia edisi 8 Mei 2009.
Komentar : Sebuah permainan angka dan hipnotis tingkat tinggi yang sangat mengagumkan. Memang, Deddy sempat mengeluhkan durasi yang terlalu panjang dan ketidakteraturan saat Joe dan Romi berbicara. Namun, show Joe kali ini sangat spektakuler dan hebat.
3. Limbad dan Romi Rafael
Dalam pengaruh hipnotis Romi Rafael, seorang wanita berhasil membengkokkan batangan besi berukuran besar. Besi tersebut kemudian dibengkokkan lagi dengan lebih dahsyat oleh Limbad. Kemudian, sang sukarelawan tangannya ditusuk dengan jarum besar, namun sama sekali tidak merasa kesakitan dan mengeluarkan darah. Kolaborasi antara hipnotis dan kekuatan fisik yang sempurna.
Komentar : Sangat menghibur dan membuai, tingkat ketegangan tidak kalah dengan kolaborasi Limbad-Deddy Corbuzier. Memiliki nilai artistik yang sangat tinggi. Sayang peranan Romi Rafael terlalu dominan, sehingga Limbad tampak seperti seorang "asisten Romi Rafael".
4. Joe Sandy dan Deddy Corbuzier
Dengan mata tertutup Joe dan Deddy harus saling bergantian menebak koordinat papan berukuran 8x8 petak (64 titik koordinat) dengan metode "langkah kuda catur". Koordinat yang sama hanya boleh dilewati satu kali, dan show akan berhasil bila seluruh koordinat berhasil dilalui.
Komentar : Satu lagi permainan mental tingkat tinggi dari Joe Sandy. Sama sekali tidak ada trik, murni merupakan "thinking and memorizing ability". Dalam show ini Joe terlihat sangat under-pressure. Kata-katanya sering bergetar, bahkan di awal show ia tampak seperti orang linglung. Namun hal ini justru membuktikan bahwa dalam keadaan tertekan pun kekuatan pikiran Joe Sandy tetap luar biasa.
The Result
Joe Sandy berhasil terpilih menjadi the Master dengan perolehan sms 53,08%, mengalahkan Limbad yang hanya memperoleh 46,92%. Joe juga memperoleh uang tunai sebesar 50 juta rupiah, dan tentunya juga berhak menyandang gelar "The Master".
Komentar Wikumagic :
Luar biasa! Selamat untuk Joe Sandy yang sangat hebat. Namun, pemenang sejati duel inaugurasi malam itu bukanlah Joe Sandy, Limbad, ataupun Romi Rafael. Gelar "The Real Master" patut disematkan pada Deddy Corbuzier setelah penampilannya yang luar biasa. Dalam kolaborasi dengan Limbad, Deddy-lah yang tampil sebagai tokoh utama saat menyelamatkan sang wanita dengan motor, sementara Limbad seolah hanya melakukan "pekerjaan kasar". Di show tunggalnya, Deddy berhasil menampilkan permainan angka yang lebih menghibur dari permainan Joe Sandy-Romi Rafael sebelumnya. Dan saat berkolaborasi dengan Joe, Deddy tampak jauh lebih lancar, lebih tenang, dan lebih cepat dari Joe Sandy. Jika Joe Sandy tetap ingin eksis di dunia entertainment, ia harus berhasil lepas dari bayang-bayang Deddy Corbuzier.
Best Quote dari Joe Sandy di final the Master
"Saya ingin saat orang menyaksikan pertunjukan saya, mereka tidak hanya melupakan hutang dan pajaknya, namun juga mulai berpikir bagaimana membayar hutang dan pajak mereka." (Joe Sandy, 8 May 2009, the Last Word before the Inauguration)"
This story is written by : Wiku Pulangasih, the Online Magician








- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact